Showing posts with label Dunia Rohani. Show all posts
Showing posts with label Dunia Rohani. Show all posts

Monday, 22 August 2011

Daftar Perang Besar Umat Islam Sejak Jaman Rasulullah





Quote:
Perang Badar

Inilah perang pertama yang dilakukan kaum muslimin. Sekaligus peristiwa paling penting bagi sejarah perkembangan da’wah Islam. Meski dengan kekuatan yang jauh lebih kecil dibanding kekuatan musuh, dengan pertolongan Allah, kaum muslimin berhasil menang menaklukkan pasukan kafir.

Rasulullah SAW berngkat bersma tigaratusan orang sahabat dalam perang Badar. Ada yang mengatakan mereka berjumlah 313, 314, dan 31 7 orang. Mereka kira-kira terdiri dari 82 atau 86 Muhajirin serta 61 kabilah Aus dan 170 kabilah Khazraj. Kaum muslimin memang tidak berkumpul dalam jumlah besar dan tidak melakukan persiapan sempurna. mereka hanya memiliki dua ekor kuda, milik Zubair bin Awwam dan Miqdad bin Aswad al-Kindi. Di samping itu mereka hanya membawa tujuh puluh onta yang dikendarai secara bergantian, setiap onta untuk dua atau tiga orang. Rasulullah saw sendiri bergantian mengendarai onta dengan Ali dan Murtsid bin Abi Murtsid Al-Ghanawi.

Sementara jumlah pasukan kafir Quraisy sepuluh kali lipat. Tak kurang seribu tiga ratusan prajurit. Dengan seratus kuda dan enam ratus perisai, serta onta yang jumlahnya tak diketahui secara pasti, dan dipimpin langsung oleh Abu Jahal bin Hisyam. Sedangkan pendanaan perang ditanggung langsung oleh sembilan pemimpin Quraisy. Setiap hari, mereka menyembelih sekitar sembilan atau sepuluh ekor unta.
Quote:
Quote:
Quote:


Perang Uhud


Kekalahan di Badar menanamkan dendam mendalam di hati kaum kafir Quraisy. Mereka pun keluar ke bukit Uhud hendak menyerbu kaum Muslimin. Pasukan Islam berangkat dengan kekuatan sekitar seribu orang prajurit, seratus diantaranya menggunakan baju besi, dan lima puluh lainnya menunggang kuda.

Di sebuah tempat bernama asy-Syauth, kaum muslimin melakukan shalat subuh. Tempat ini sangat dekat dengan musuh sehingga mereka bisa dengan mudah saling melihat. Ternyata pasukan musuh berjumlah sangat banyak. Mereka berkekuatan tiga ribu tentara, terdiri dari orang-orang Quraisy dan sekutunya. Mereka juga memiliki tiga ribu onta, dua ratus ekor kuda dan tujuh ratus buah baju besi.

Pada kondisi sulit itu, Abdullah bin Ubay, sang munafiq, berkhianat dengan membujuk kaum muslimin untuk kembali ke Madinah. Sepertiga pasukan, atau sekitar tiga ratus prajurit akhirnya mundur. Abdullah bin Ubay mengatakan, “Kami tidak tahu, mengapa kami membunuh diri kami sendiri?"

Setelah kemunduran tiga ratus prajurit tersebut, Rasulullah melakukan konsolidasi dengan sisa pasukan yang jumlahnya sekitar tujuh ratus prrajurit untuk melanjutkan perang. Allah memberi mereka kemenangan, meski awalnya sempat kocar-kacir.
Quote:
Quote:
Quote:
Perang Mu’tah

Perang Mu’tah merupakan pendahuluan dan jalan pembuka untuk menaklukkan negeri-negeri Nasrani. Pemicu perang Mu’tah adalah pembunuhan utusan Rasulullah bernama al-Harits bin Umair yang diperintahkan menyampaikan surat kepada pemimpin Bashra. Al-Harits dicegat oleh Syurahbil bin Amr, seorang gubernur wilayah Balqa di Syam, ditangkap dan dipenggal lehemya. Untuk perang ini, Rasulullah mempersiapkan pasukan berkekuatan tiga ribu prajurit. Inilah pasukan Islam terbesar pada waktu itu.

Mereka bergerak ke arah utara dan beristirahat di Mu’an. Saat itulah mereka memperoleh informasi bahwa Heraklius telah berada di salah satu bagian wilayah Balqa dengan kekuatan sekitar seratus ribu prajurit Romawi. Mereka bahkan mendapat bantuan dari pasukan Lakhm, Judzam, Balqin dan Bahra kurang lebih seratus ribu prajurit. Jadi total kekuatan mereka adalah dua ratus ribu prajurit.
Quote:
Quote:
Quote:
Perang Ahzab

Dua puluh pimpinan Yahudi bani Nadhir datang ke Makkah untuk melakukan provokasi agar kaum kafir mau bersatu untuk menumpas kaum muslimin. Pimpinan Yahudi bani Nadhir juga mendatangi Bani Ghathafan dan mengajak mereka untuk melakukan apa yang mereka serukan pada orang Quraisy. Selanjutnya mereka mendatangi kabilah-kabilah Arab di sekitar Makkah untuk melakukan hal yang sama. Semua kelompok itu akhirnya sepakat untuk bergabung dan menghabisi kaum muslimin di Madinah sampai ke akar-akarnya. Jumlah keseluruhan pasukan Ahzab (sekutu) adalah sekitar sepuluh ribu prajurit. Jumlah itu disebutkan dalam kitab sirah adalah lebih banyak ketimbang jumlah orang-orang yang tinggal di Madinah secara keseluruhan, termasuk wanita, anak-anak, pemuda dan orang tua. Menghadapi kekuatan yang sangat besar ini, atas ide Salman al-Farisi, kaum muslimin menggunakan strategi penggalian parit untuk menghalangi sampainya pasukan musuh ke wilayah Madinah.
Quote:
Quote:
Quote:
Perang Tabuk

Romawi memiliki kekuatan militer paling besar pada saat itu. Perang Tabuk merupakan kelanjutan dari perang Mu’tah. Kaum muslimin mendengar persiapan besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan Romawi dan raja Ghassan. Informasi tentang jumlah pasukan yang dihimpun adalah sekitar empat puluh ribu personil. Keadaan semakin kritis, karena suasana kemarau. Kaum muslimin tengah berada di tengah kesulitan dan kekurangan pangan.

Mendengar persiapan besar pasukan Romawi, kaum muslimin berlomba melakukan persiapan perang. Para tokoh sahabat memberi infaq fi sabilillah dalam suasana yang sangat mengagumkan. Utsman menyedekahkan dua ratus onta lengkap dengan pelana dan barang-barang yang diangkutnya. Kemudian ia menambahkan lagi sekitar seratus onta lengkap dengan pelana dan perlengkapannya. Lalu ia datang lagi dengan membawa seribu dinar diletakkan di pangkuan Rasulullah saw. Utsman terus bersedekah hingga jumlahnya mencapai sembilan ratus onta seratus kuda, dan uang dalam jumlah besar. Abdurrahman bin Auf membawa dua ratus uqiyah perak. Abu bakar membawa seluruh hartanya dan tidak menyisakan untuk keluarganya kecuali Allah dan Rasul-Nya. Umar datang menyerahkan setengah hartanya. Abbas datang menyerahkan harta yang cukup banyak. Thalhah, Sa’d bin Ubadah, dan Muhammad bin Maslamah, semuanya datang memberikan sedekahnya. Ashim bin Adi datang dengan menyerahkan sembilan puluh wasaq kurma dan diikuti oleh para sahabat yang lain.

Jumlah pasukan Islam yang terkumpul sebenarnya cukup besar, tiga puluh ribu personil. Tapi mereka minim perlengkapan perang. Bekal makanan dan kendaraan yang ada masih sangat sedikit dibanding dengan jumlah pasukan. Setiap delapan belas orang mendapat jatah satu onta yang mereka kendarai secara bergantian. Berulangkali mereka memakan dedaunan sehingga bibir mereka rusak. Mereka terpaksa menyembelih unta, meski jumlahnya sedikit, agar dapat meminum air yang terdapat dalam kantong air onta tersebut. Oleh karena itu, pasukan ini dinamakan jaisyul usrrah, atau pasukan yang berada dalam kesulitan.
Quote:
Quote:
Quote:
perang akhir zaman

Mungkin sebentar lagi

jumlah pasukan: seluruh kaum muslimin

Musuh: Antek2 zionis dan dajjal

Menghindar atau tidak, yakinlah perang satu ini akan datang. Satukan tekad , jiwa dan raga , semangat , dan cinta terhadap Agama Islam dalam tombak kemenangan yang akan menuntum kita ke jalan Syuhada .

ALLAHUAKBAR ALLAHUAKBAR ALLAHUAKBAR








sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9099931

Saturday, 20 August 2011

Kapan Persisnya Malam Lailatul Qadar Tiba, Apa Ciri-Cirinya?



Hampir semua kaum Muslim di mana pun berada berlomba-lomba mencari keberkahan malam Lailatul Qadar. Tapi bagaimana dengan perbedaan waktu negara yang satu dengan yang lain? Apakah malam seribu bulan itu turun pada saat yang bersamaan di semua negara? Menurut Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Muhammad Arifin, malam Lailatul Qadar di masing-masing wilayah berbeda dengan wilayah lain. Namun pada intinya, keberkahan malam tersebut tetap bisa dirasakan meski berbeda tempat.

http://cintasegilima.files.wordpress.com/2011/08/lailatulqadar.jpg

“Bisa jadi kita sudah mengalaminya malam ini tetapi di negara bagian lainnya baru mengalaminya besok malam, atau di negara bagian lain sudah mengalaminya sebelum kita mengalaminya. Di situlah keberkahan Lailatul Qadar bisa dirasa oleh semua manusia atau bahkan mahkluk di seluruh bagian bumi,” ujarnya.

Lalu apakah malam Lailatul Qadar bisa dirasakan menjelang malam harinya? Menurut Arifin, hal itu bisa tetap dirasakan. “Kita bisa merasakan Lailatul Qadar pada siang hari berikutnya bukan sebelumnya. Dalam banyak riwayat hadis bahwa salah satu tanda terjadinya Lailatul Qadar adalah matahari pada keesokan hari begitu cerah, udara tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin,” terang Arifin.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSeXLnM3AbeJH0dsSAARmhHaJ6gw1joa1ZLsRqWyUxIZZCw4UNwfnsivvna1jJ6AP6MYWtIcoBrPk9cK-_SxOTmj5h11YaTAlJhKpQL2dVK08cDVNgjlUVOF5Hl1wJ07_oD8Re5N3mTdj2/s400/lailatulqadar2.jpg

Bagaimana ciri-ciri malam Lailatul Qadr tiba?

Sementara Arifin mengatakan ada juga riwayat yang mengatakan pepohonan menunduk dan angin bertiup sepoi saat Lailatul Qadar. Namun riwayat hadis tersebut kurang begitu kuat. Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil itu lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Terjadinya lailatul qadar di tujuh malam terakhir bulan ramadhan itu lebih memungkinkan sebagaimana hadits dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ – يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ – فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim)

Sudah sepatutnya sebagai seorang muslim berusaha mempersiapkan diri berbenah supaya termasuk dari golongan yang bisa mendapatkan berkah malam lailatul qadhar.

Hikmah Allah menyembunyikan pengetahuan tentang terjadinya malam lailatul qadar di antaranya adalah agar terbedakan antara orang yang sungguh-sungguh untuk mencari malam tersebut dengan orang yang malas. Karena orang yang benar-benar ingin mendapatkan sesuatu tentu akan bersungguh-sungguh dalam mencarinya. Hal ini juga sebagai rahmat Allah agar hamba memperbanyak amalan pada hari-hari tersebut dengan demikian mereka akan semakin bertambah dekat dengan-Nya dan akan memperoleh pahala yang amat banyak. Semoga Allah memudahkan kita memperoleh malam yang penuh keberkahan ini.











sumber :http://ruanghati.com/2011/08/21/kapan-persisnya-malam-lailatul-qadar-tiba-apa-ciri-cirinya/

Friday, 19 August 2011

Kanon Tipton, Pendeta Termuda di Dunia

http://i.okezone.com/content/2011/08/19/214/493900/unNExRRFrq.jpg





Usianya baru empat tahun, tetapi Kanon Tipton sudah lancar berkhotbah layaknya seorang pendeta yang sudah dewasa.



Kanon sudah dapat berkhotbah sejak dia berusia 21 bulan. Pada saat itu jugalah Kanon sudah mulai dikenal banyak orang melalui video rekamannya yang diunduh pihak keluarga Kanon.



Dalam klip pertamanya, Kanon baru hanya dapat menggumam dan meniru nada suara serta gerakan tangan yang dibuat oleh pengkhotbah.



Tapi sekarang dia sudah pintar berkata-kata, bahkan sudah bisa dengan lantang meneriakkan kebesaran-kebesaran Tuhan.



Jika melihat aksi Kanon yang pintar berkhotbah, tidak akan membuat begitu heran ketika mengetahui bahwa kanon merupakan putra dari seorang pendeta.



Kanon adalah anak dari Damon, yang merupakan seorang pastor. Meski demikian, Damon tidak pernah mengajarkan Kanon cara-cara berkhotbah. Kanon mengaku, menjadi gemar berkhotbah karena dia sering melihat ayahnya berkhotbah.



"Aku suka berdiri di altar karena sering melihat ayah dan mengabarkan sepanjang waktu," ujar Kanon sebagimana dikutip Orange, Jumat (19/8/2011).



Sang ayah menambahkaan bahwa hal ini tidak luput dari capur tangan Tuhan dan membuktikan kebesaran-Nya.



"Tentu saja dia meniru, tapi saya merasa ada tangan Allah pada dirinya dengan cara yang khusus," ujar Damon.



"Ini membuktikan kebesaran Tuhan pada umat bahwa anak sekecil ini sudah dapat mengatakan hal-hal ketuhanan," imbuhnya.



Kini Kanon sudah terbiasa tampil di depan altar memberi pelayanan kepada umat. Dia adalah generasi ketiga di keluarganya yang menjadi pengkhotbah. Karena kakek Kanon juga seorang pendeta.(rhs)



Adorable: Kanon has inspired millions of followers with his emphatic preaches

Adorable: Kanon has inspired millions of followers with his emphatic preaches



'And his name is Jesus': The congregation stand to attention

'And his name is Jesus': The congregation stand to attention

Energetic: Kanon Tipton runs around the stage, stomping his message to the congregation

Energetic: Kanon Tipton runs around the stage, stomping his message to the congregation

Precocious: Kanon has been preaching from before he could properly talk

Precocious: Kanon has been preaching from before he could properly talk

Impassioned: The child's parents say he was always driven to get up and perform

Impassioned: The child's parents say he was always driven to get up and perform

Proud: Kanon's parents Kandi and DamonProud: Kanon's parents Kandi and Damon

Proud: Kanon's parents Kandi and Damon say they have never forced their child to preach

All smiles: Kanon, who is known by some as the world's youngest preacher, is seen here relaxing on a day off at home with his parents

All smiles: Kanon, who is known by some as the world's youngest preacher, is seen here relaxing on a day off at home with his parents











sumber :http://international.okezone.com/read/2011/08/19/214/493900/kanon-tipton-pendeta-termuda-di-dunia

Thursday, 18 August 2011

Cara Mengukur Keberhasilan Puasa Ramadhan Kita [Renungan]

Kata kunci Puasa Ramadhan dan Puasa Sunnah adalah “Jujur”. Melalui Puasa, Allah SWT mengajarkan kita melatih kepekaan sosial juga dengan puasa melatih manusia untuk ‘Jujur’ kepada Allah SWT. Jika manusia jujur kepada Allah SWT, maka otomatis manusia akan jujur kepada diri sendiri, sesama individu manusia, sesama makhluk hidup dan lingkungan sekitar.



Spoiler for buka:


Jadi untuk mengukur seorang individu manusia lulus dari pelatihan Puasa adalah ia berperilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari selama sebelas bulan ke depan. Kenapa jujur, karena yang benar benar mengetahui apakah kita puasa sungguh sungguh atau tidak hanyalah Allah dan diri kita sendiri, orang terdekatpun tidak ada yang mengetahuinya, andai saja diperjalanan ke kantor Anda diam-diam makan permen di jalan, atau kala tak ada siapapun Anda meneguk seteguk air karena kehausan, tidak seorangpun tau kecuali diri kita sendiri dan Allah.



Dengan kejujuran hidup kita lebih damai tentram dan dalam bahasa agama lebih berkah yaitu apa yang kita peroleh membawa kebahagiaan dan manfaat bukan kerusakan dan siksa bagi diri kita, mari kita ikuti cuplikan kisah berikut dari kejujuran seorang tukang tambal ban di kolong ibukota Jakarta yang penuh dengan kepalsuan dan manipulasi berikut ini


Spoiler for buka:
“KEJUJURAN ITU Mahal dik!” Bener, bukan saya yang mengatakan hal itu. Ucapan itu mungkin buat kita yang biasa melihat banyak kemunafikan, banyak kebohongan dan banyak kebrengsekkan di depan kita [atau malah mungkin kita bagian dari hal itu?], jadi sesuatu yang klise dan numpang lewat saja. Tapi kalimat itu diucapkan dengan intonasi sederhana dari seorang penambal ban, bernama SOEWARDI.



Mbah Wardi –begitu biasa dia dipanggil– adalah seorang penambal ban di depan Roxy Mas. Aku ngobrol gara-gara ban motorku kena paku ‘segede bagong’. Kabarnya, memang disana banyak yang sering kena paku aneh-aneh. Ketika semua orang menunjuk tempat tambal bannya, aku sudah “berprasangka” pasti orang ini yang menyebar paku, biar tambal bannya laris.



Ketika menunggu, karena ada beberapa yang sedang ditambal, beberapa ‘pak ogah’ nawarin aku untuk tambal ban di seberang jalan lain, karena menurut mereka lebih kosong dan bisa cepat dikerjakan. Tapi entah kenapa, aku memilih untuk menunggu antrean saja. Males jalan sih tepatnya…



Sembari menunggu, aku ngobrol dengan Mbah Wardi. Soalnya, yang nambal, lebih sering diberikan kepada ‘anak-buahnya’ sementara Mbah Wardi mengawasi.



Mbah Wardi mengaku, lahir dan besar di Magelang Jawa Tengah, 70 tahun silam. Dengan bangga, Mbah Wardi menyebut dirinya adalah warga Lembah Tidar, julukan Kota Magelang. Tahun 1959-an, dia sudah merantau ke Jakarta dan mencoba peruntungan di banyak pekerjaan.







“Dulu Jakarta bagus mas. Nggak macet dan polusi kaya sekarang. Saya ngontrak di daerah Roxy cuma 350 rupiah perbulan ketika itu,” katanya mulai mengorek masa lalunya. Sampai akhirnya tahun 1973, Mbah Wardi membuka usaha tambal ban, di Roxy, tempat yang sampai sekarang ditempatinya.



“Saya sering diajarin untuk nyebar paku dik, tapi buat apa? Rejeki sudah ada yang ngatur kan,” tegasnya. Mbah Wardi juga bercerita, dirinya pernah menemukan HP pelanggannya dan menyimpannya, sampai ketika esok harinya yang punya balik, HP itu dikembalikannya tanpa minta imbalan. “Kejadian kaya gitu sering lo dik,” tambahnya. “Kejujuran itu sekarang mahal dik,” tegasnya.



Puluhan tahun menjadi penambal ban, membuat ayah dari 3 anak yang sudah mentas ini paham betul trik untuk “nakal” dan mencari peluang untuk nambahin recehan. “Tapi kalau saya lakukan, mungkin hari itu saya dapat uang banyak, tapi besok-besok saya malah ditutup rejekinya to,” ujarnya polos.



Mbah Wardi bercerita dengan wajar, santai dan hati-hati. Baginya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, jujur adalah nomor satu. “Yang lain tidak jujur silakan, saya nggak mau ikut-ikutan dik,” tandasnya.



Yah, mengapa harus ikut-ikutan brengsek, ketika yang lain jadi brengsek? Mengapa harus ikut-ikutan nakal? Mengapa harus jadi penipu ketika yang lain ramai-ramai jadi penipu? Mbah Wardi, keukeuh untuk jadi dirinya sendiri. Sederhana banget, dengan menjadi penambal ban yang jujur…. maaf Mbah sudah berprasangka












sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10196070

Wednesday, 17 August 2011

5 Rahasia Puasa Bulan Ramadhan

5 rahasia puasa bulan ramadhan



sebagai muslim yang sejati, kedatangan dan kehadiran ramadhan yang mulia pada tahun ini merupakan sesuatu yang amat membahagiakan dan sangat ditunggu. Betapa tidak, dengan menunaikan ibadah ramadhan, banyak amalan, kedahsyatan dan manfaat yang akan kita peroleh, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak.






disinilah letak pentingnya bagi kita untuk membuka tabir rahasia puasa sebagai salah satu bagian terpenting dari ibadah ramadhan.



Dr. Yusuf qardhawi dalam kitabnya al ibadah fil islam mengungkapkan ada lima rahasia puasa yang bisa kita buka untuk selanjutnya bisa kita rasakan kenikmatannya dalam ibadah ramadhan.








1.menguatkan jiwa . Dalam hidup hidup, tak sedikit kita dapati manusia yang didominasi oleh hawa nafsunya, lalu manusia itu menuruti apapun yang menjadi keinginannya meskipun keinginan itu merupakan sesuatu yang bathil dan mengganggu serta merugikan orang lain. Karenanya, di dalam islam ada perintah untuk memerangi hawa nafsu dalam arti berusaha untuk bisa mengendalikannya, bukan membunuh nafsu yang membuat kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu yang bersifat duniawi. Manakala dalam peperangan ini manusia mengalami kekalahan, malapetaka besar akan terjadi karena manusia yang kalah dalam perang melawan hawa nafsu itu akan mengalihkan penuhanan dari kepada allah swt sebagai tuhan yang benar kepada hawa nafsu yang cenderung mengarahkan manusia pada kesesatan. Allah memerintahkan kita memperhatikan masalah ini dalam firman-nya yang artinya: Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-nya (qs 45:23).

Dengan ibadah puasa, maka manusia akan berhasil mengendalikan hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi kuat, bahkan dengan demikian, manusia akan memperoleh derajat yang tinggi seperti layaknya malaikat yang suci dan ini akan membuatnya mampu mengetuk dan membuka pintu-pintu langit hingga segala do’anya dikabulkan oleh allah swt, rasulullah saw bersabda yang artinya:

Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak do’a mereka: Orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan do’a orang yang dizalimi (hr. Tirmidzi).



2.mendidik kemauan
. Puasa mendidik seseorang untuk memiliki kemauan yang sungguh-sungguh dalam kebaikan, meskipun untuk melaksanakan kebaikan itu terhalang oleh berbagai kendala. Puasa yang baik akan membuat seseorang terus mempertahankan keinginannya yang baik, meskipun peluang untuk menyimpang begitu besar. Karena itu, rasulullah saw menyatakan: Puasa itu setengah dari kesabaran. Dalam kaitan ini, maka puasa akan membuat kekuatan rohani seorang muslim semakin prima. Kekuatan rohani yang prima akan membuat seseorang tidak akan lupa diri meskipun telah mencapai keberhasilan atau kenikmatan duniawi yang sangat besar, dan kekuatan rohani juga akan membuat seorang muslim tidak akan berputus asa meskipun penderitaan yang dialami sangat sulit.



3.menyehatkan badan
. Disamping kesehatan dan kekuatan rohani, puasa yang baik dan benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa kesehatan jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh rasulullah saw, tetapi juga sudah dibuktikan oleh para dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia yang membuat kita tidak perlu meragukannya lagi. Mereka berkesimpulan bahwa pada saat-saat tertentu, perut memang harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk sebagaimana juga mesin harus diistirahatkan, apalagi di dalam islam, isi perut kita memang harus dibagi menjadi tiga, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara.







4.mengenal nilai kenikmatan
. Dalam hidup ini, sebenarnya sudah begitu banyak kenikmatan yang allah berikan kepada manusia, tapi banyak pula manusia yang tidak pandai mensyukurinya. Dapat satu tidak terasa nikmat karena menginginkan dua, dapat dua tidak terasa nikmat karena menginginkan tiga dan begitulah seterusnya. Padahal kalau manusia mau memperhatikan dan merenungi, apa yang diperolehnya sebenarnya sudah sangat menyenangkan karena begitu banyak orang yang memperoleh sesuatu tidak lebih banyak atau tidak lebih mudah dari apa yang kita peroleh. Maka dengan puasa, manusia bukan hanya disuruh memperhatikan dan merenungi tentang kenikmatan yang sudah diperolehnya, tapi juga disuruh merasakan langsung betapa besar sebenarnya nikmat yang allah berikan kepada kita. Hal ini karena baru beberapa jam saja kita tidak makan dan minum sudah terasa betul penderitaan yang kita alami, dan pada saat kita berbuka puasa, terasa betul besarnya nikmat dari allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau seteguk air. Disinilah letak pentingnya ibadah puasa guna mendidik kita untuk menyadari tinggi nilai kenikmatan yang allah berikan agar kita selanjutnya menjadi orang yang pandai bersyukur dan tidak mengecilkan arti kenikmatan dari allah meskipun dari segi jumlah memang sedikit dan kecil. Rasa syukur memang akan membuat nikmat itu bertambah banyak, baik dari segi jumlah atau paling tidak dari segi rasanya, allah berfirman yang artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala tuhanmu memaklumkan: “sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasati kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-ku), maka sesungguhnya azab-ku sangat pedih (qs 14:7).







5.mengingat dan merasakan penderitaan orang lain
. Merasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain. Sebab pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam, sementara penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir. Dari sini, semestinya puasa akan menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya yang mengalami penderitaan yang hingga kini masih belum teratasi, seperti penderitaan saudara-saudara kita di ambon atau maluku, aceh dan di berbagai wilayah lain di tanah air serta yang terjadi di berbagai belahan dunia lainnya seperti di chechnya, kosovo, irak, palestina dan sebagainya. Oleh karena itu, sebagai simbol dari rasa solidaritas itu, sebelum ramadhan berakhir, kita diwajibkan untuk menunaikan zakat agar dengan demikian setahap demi setahap kita bisa mengatasi persoalan-persoalan umat yang menderita. Bahkan zakat itu tidak hanya bagi kepentingan orang yang miskin dan menderita, pi juga bagi kita yang mengeluarkannya agar dengan demikian, hilang kekotoran jiwa kita yang berkaitan dengan harta seperti gila harta, kikir dan sebagainya. Allah berfirman yang artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan allah maha mendengar lagi maha mengetahui (qs 9:103).

Karena rahasia puasa merupakan sesuatu yang amat penting bagi kita, maka sudah sepantasnyalah kalau kita harus menyambut kedatangan ramadhan tahun ini dengan penuh rasa gembira sehingga kegembiraan kita ini akan membuat kita bisa melaksanakan ibadah ramadhan nanti dengan ringan meskipun sebenarnya ibadah ramadhan itu berat.

Kegembiraan terhadap datangnya bulan ramadhan harus kita tunjukkan dengan berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan ramadhan tahun sebagai momentum untuk mentarbiyyah (mendidik) diri, keluarga dan masyarakat kearah pengokohan atau pemantapan taqwa kepada allah swt, sesuatu yang memang amat kita perlukan bagi upaya meraih keberkahan dari allah swt bagi bangsa kita yang hingga kini masih menghadapi berbagai macam persoalan besar. Kita tentu harus prihatin akan kondisi bangsa kita yang sedang mengalami krisis, krisis yang seharusnya diatasi dengan memantapkan iman dan taqwa, tapi malah dengan menggunakan cara sendiri-sendiri yang akhirnya malah memicu pertentangan dan perpecahan yang justeru menjauhkan kita dari rahmat dan keberkahan dari allah swt.











sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10179241