Showing posts with label Dunia Hukum. Show all posts
Showing posts with label Dunia Hukum. Show all posts

Friday, 19 August 2011

Abdullah Ingatkan Anggota DPR RI Bisa Masuk Neraka

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1767040.jpg







Jakarta- Disebut-sebut akan dijegal dalam seleksi pemilihan Pimpinan KPK di DPR RI, calon Pimpinan KPK, Abdullah Hehamahua mengingatkan, bahwa seperti manusia lainnya, anggota DPR RI pun bisa masuk neraka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kalau DPR pilih Pimpinan KPK yang tidak berintegritas tinggi, akibatnya, pada pemilu berikut mereka tidak terpilih lagi dan di akhirat anggota DPR akan masuk neraka,” ujar Abdullah yang juga Penasehat KPK melalui pesan singkatnya kepada INILAH.COM, Jumat (19/8/2011) malam.

Karena menurut Abdullah, tidak hanya berlaku untuk dirinya, jika Anggota Komisi III tidak memilih Pimpinan KPK yang memiliki integritas tinggi dalam pemberantasan korupsi, sama saja anggota DPR telah membiarkan korupsi itu terus merajalela. Rakyat yang diakui Anggota Dewan adalah yang diwakilkannya tetap saja miskin akibat korupsi. “Bodoh dan tidak nyaman,” ujarnya.

Abdullah menilai, Anggota DPR RI harus melihat data-data tentang kondisi masyarakat Indonesia yang masih jauh dari kesejahteraan. Apalagi dengan semakin maraknya perilaku korupsi, kehidupan mereka seperti kena imbasnya. Abdullah mengutip hasil sensus tahun lalu sebanyak 13,3% rakyat berada di bawah garis kemiskinan, 70 juta penduduk masih kegelapan karena listrik belum masuk rumah, 50 juta penduduk kota belum dapat suplai air bersih, banyak yang mati karena tidak ada uang untuk berobat, banyak yang putus sekolah karena mahalnya pendidikan apalagi hutang luar negeri yang mencapai Rp. 1.723 trilyun.

Anggota dewan, lanjut Abdullah, jika memang benar-benar merupakan wakil rakyat berarti harus memperjuangkan nasib rakyat yang mereka wakili dan harus mengerti nasib rakyat saat ini. Caranya kata dia, salah satunya dengan meloloskan calon Pimpinan KPK yang memang memiliki integritas tinggi dan kemampuan untuk memberantas korupsi. Bukan karena berdasarkan kepentingan tertentu yang terselubung.

“Kalau wakil rakyat tahu data-data tadi, mereka harus memperjuangkan nasib rakyat yang mereka wakili, antara lain dengan cara pilih Pimpinan KPK yang serius memberantas korupsi. Hasilnya, rakyat cerdas, sejahtera,aman dan damai. Pemilu berikut, mereka terpilih kembali, di akhirat merek masuk surga,” pungkas Abdullah.

Sosok Abdullah Hehamahua yang bersih dan memiliki komitmen antikorupsi tak diragukan lagi rupanya membuat sejumlah parpol ketar-ketir.Beredar kabar sejumlah parpol akan mengandaskan langkah Hehamahua saat pemilihan pimpinan KPK di Komisi III DPR.



"Abdullah Hehamahua memang bersih tapi terlalu kaku dan tidak punya background yang kuat di bidang hukum, hanya penasihat KPK saja," ujar seorang ketua umum parpol kepada INILAH.COM, Jumat (19/8/2011).



Sikap tegas dan jujur yang dimiliki Hehamahua di satu sisi memang mampu mengembalikan citra bersih KPK, namun di sisi lain akan menyulitkan strategi penyidikan. (ndr)









sumber :http://nasional.inilah.com/read/detail/1767040/abdullah-ingatkan-anggota-dpr-ri-bisa-masuk-neraka

Thursday, 18 August 2011

TKI Terancam Dipotong Tangan



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqEDqXR1ukqt5MpwA2fBa1UqTAnrzPY86MfplDV5eYQJ1oWEoXdrmEuy_nIMT47rATvZF2hmdMMJ7o8LVLrRd67XsGILsQdRRHEazvULpBTCyR-dCZSGapL3wMOMmOoCvX5i__EBXOGHA/s1600/potong-tangan.jpg



PAMEKASAN, KOMPAS.com — Dua tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, terancam menerima hukuman potong tangan dari Pemerintah Arab Saudi di Jeddah.



Kedua TKI tersebut adalah Sab'atun (30) dan suaminya Hasin (40). Keduanya dituduh mencuri emas 1 kilogram milik majikannya, Sayyid Umar Said Bamusak. Kejelasan kabar itu disampaikan oleh Makbul (30), saudara kandung Sab'atun.



Menurut Makbul, Sab'atun memberi kabar soal hukuman yang dijatuhkan kepadanya melalui SMS, Senin lalu. Keduanya saat ini sudah dipindahkan dari penjara Hokok Al Islahiyah, Rowes, Ambar Tis'ah, Jeddah, Arab Saudi, ke penjara gelap.



Pascapemindahan penjara tersebut, Makbul sudah kehilangan kontak dengan saudaranya. Kabar melalui SMS dari saudaranya tersebut, kata Makbul, masih dirahasiakan kepada ibu mereka. Makbul khawatir, sang ibu bakal terpukul mendengarnya.



"Saya bingung untuk menyampaikan kepada ibu saya. Sebab, ia selalu menanyakan keadaan Sab'atun setelah terdengar kabar adanya TKI di Arab Saudi yang akan dieksekusi potong tangan," kata Makbul kepada Kompas.com melalui ponsel, Senin .



Kedua TKI yang juga pasangan suami istri tersebut dipenjara sejak 2006 lalu. Keduanya berangkat melalui perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) PT Hosanah Adi Kreasi, di Jakarta Timur, tahun 2001 silam. Baru empat bulan menjadi TKI, keduanya tiba-tiba dituduh mencuri emas milik majikannya.



Menurut cerita Makbul, jika ingin lolos, keduanya sempat dimintai uang tebusan sebesar Rp 250 juta oleh majikannya. "Karena saudara saya merasa tidak mencuri, mereka tidak mau membayar uang tebusan tersebut," ujarnya.



Makbul menambahkan, keduanya tidak memiliki uang sebesar yang diminta majikannya. "Mau dapat dari mana mereka? Bekerja sebagai TKI saja baru dapat empat bulan," terangnya dengan nada kesal.



Sebelumnya, As'ad (70), ayah Sab'atun, sempat jatuh sakit setelah mendengar anaknya dipenjara di Arab. Pada pertengahan bulan Mei lalu As'ad meninggal dunia. "Ayah saya sampai meninggal dunia karena mendengar saudara saya dipenjara. Makanya, saya tidak berani memberi tahu ke ibu saya," tambah Makbul.



Berbagai upaya sudah dilakukan keluarga Sab'atun dan Hasin untuk meloloskan keduanya dari penjara. Makbul mengaku pernah mengadukan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pamekasan dan Jawa Timur. Namun, sampai saat ini belum ada tindakan apa pun.



Senin pagi, ia mendatangi DPRD Pamekasan untuk mengadukan persoalannya. "Saya juga berencana untuk bertemu dengan Bupati Pamekasan agar saya dibantu untuk menyelesaikan masalah ini," katanya.







sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9309128