sumber :http://foto.vivanews.com/read/4160-aksi-mogok-makan-aktivis-india
Sunday, 21 August 2011
Aksi Mogok Makan Aktivis India
sumber :http://foto.vivanews.com/read/4160-aksi-mogok-makan-aktivis-india
Aksi Solidaritas Kanker Kepada Presiden Venezuela
sumber :http://foto.vivanews.com/read/4167-aksi-solidaritas-kanker-kepada-presiden-venezuela
Friday, 19 August 2011
Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan, Korban Tewas Jadi 48 Orang
"Jumlah korban jiwa kini telah bertambah menjadi 48," ujar pejabat tinggi Khyber, Mutahar Zeb kepada kantor berita AFP, Sabtu (20/8/2011).
Dikatakannya, mereka yang tewas termasuk empat anak laki-laki berumur kurang dari 9 tahun. "Itu bom bunuh diri. Si pengebom membawa sekitar 8-10 kg bahan peledak dan berjalan kaki," tutur Zeb.
Dalam kejadian itu, darah berceceran di lantai dan tembok masjid di distrik kesukuan Khyber, Kota Jamrud, sekitar 25 kilometer dari Peshawar tersebut. Pintu-pintu dan jendela masjid hancur dan plafon pun ambruk.
Saat kejadian, lebih dari 500 orang berkumpul di dalam masjid untuk menunaikan salat Jumat. Menurut pejabat senior pemerintahan setempat, Sayed Ahmed Jan, bom meledak beberapa detik setelah salat selesai.
Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bunuh diri itu.
Serangan bom itu merupakan yang paling mematikan di Pakistan dalam tiga bulan terakhir. Tepatnya setelah 13 Mei lalu ketika dua pengebom bunuh diri meledakkan diri mereka di luar sebuah pusat pelatihan polisi. Sebanyak 98 orang tewas dalam kejadian itu.
(ita/nrl)
sumber :http://www.detiknews.com/read/2011/08/20/121313/1707341/1148/bom-bunuh-diri-di-masjid-pakistan-korban-tewas-jadi-48-orang?9911012
Abdullah Ingatkan Anggota DPR RI Bisa Masuk Neraka
“Kalau DPR pilih Pimpinan KPK yang tidak berintegritas tinggi, akibatnya, pada pemilu berikut mereka tidak terpilih lagi dan di akhirat anggota DPR akan masuk neraka,” ujar Abdullah yang juga Penasehat KPK melalui pesan singkatnya kepada INILAH.COM, Jumat (19/8/2011) malam.
Karena menurut Abdullah, tidak hanya berlaku untuk dirinya, jika Anggota Komisi III tidak memilih Pimpinan KPK yang memiliki integritas tinggi dalam pemberantasan korupsi, sama saja anggota DPR telah membiarkan korupsi itu terus merajalela. Rakyat yang diakui Anggota Dewan adalah yang diwakilkannya tetap saja miskin akibat korupsi. “Bodoh dan tidak nyaman,” ujarnya.
Abdullah menilai, Anggota DPR RI harus melihat data-data tentang kondisi masyarakat Indonesia yang masih jauh dari kesejahteraan. Apalagi dengan semakin maraknya perilaku korupsi, kehidupan mereka seperti kena imbasnya. Abdullah mengutip hasil sensus tahun lalu sebanyak 13,3% rakyat berada di bawah garis kemiskinan, 70 juta penduduk masih kegelapan karena listrik belum masuk rumah, 50 juta penduduk kota belum dapat suplai air bersih, banyak yang mati karena tidak ada uang untuk berobat, banyak yang putus sekolah karena mahalnya pendidikan apalagi hutang luar negeri yang mencapai Rp. 1.723 trilyun.
Anggota dewan, lanjut Abdullah, jika memang benar-benar merupakan wakil rakyat berarti harus memperjuangkan nasib rakyat yang mereka wakili dan harus mengerti nasib rakyat saat ini. Caranya kata dia, salah satunya dengan meloloskan calon Pimpinan KPK yang memang memiliki integritas tinggi dan kemampuan untuk memberantas korupsi. Bukan karena berdasarkan kepentingan tertentu yang terselubung.
“Kalau wakil rakyat tahu data-data tadi, mereka harus memperjuangkan nasib rakyat yang mereka wakili, antara lain dengan cara pilih Pimpinan KPK yang serius memberantas korupsi. Hasilnya, rakyat cerdas, sejahtera,aman dan damai. Pemilu berikut, mereka terpilih kembali, di akhirat merek masuk surga,” pungkas Abdullah.
Sosok Abdullah Hehamahua yang bersih dan memiliki komitmen antikorupsi tak diragukan lagi rupanya membuat sejumlah parpol ketar-ketir.Beredar kabar sejumlah parpol akan mengandaskan langkah Hehamahua saat pemilihan pimpinan KPK di Komisi III DPR.
"Abdullah Hehamahua memang bersih tapi terlalu kaku dan tidak punya background yang kuat di bidang hukum, hanya penasihat KPK saja," ujar seorang ketua umum parpol kepada INILAH.COM, Jumat (19/8/2011).
Sikap tegas dan jujur yang dimiliki Hehamahua di satu sisi memang mampu mengembalikan citra bersih KPK, namun di sisi lain akan menyulitkan strategi penyidikan. (ndr)
sumber :http://nasional.inilah.com/read/detail/1767040/abdullah-ingatkan-anggota-dpr-ri-bisa-masuk-neraka
Disurati Nazar, SBY Heran Namanya Dikaitkan
"Presiden menanyakan, kenapa dikaitkan ke tingkat saya," kata jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (19/8/2011).
Julian menuturkan, dia sudah menyampaikan bahwa Nazaruddin mengirimkan surat kepada Presiden, berdasarkan laporan televisi dan berita di internet yang dibacanya. "Tapi kami sampai sekarang belum menerimanya," ujarnya.
"Suratnya sudah beredar, cc-nya ke seluruh Indonesia sementara suratnya sendiri nggak tahu di mana," imbuhnya.
SBY tidak memberikan respons atas berita Nazar menyuratinya, namun SBY menanyakan mengapa namanya dikaitkan. "Semua sudah diserahkan kepada proses hukum, ada mekanisme hukum di sana yang ditangani langsung penegak hukum," kata Julian menyitir SBY.
Nazar menyurati SBY setelah diperiksa KPK 2 jam pada Kamis kemarin. Diduga, surat yang diumbar ke publik sebelum dikirimkan ke SBY itu merupakan manuver pengacaranya, OC Kaligis.
Berikut isi lengkap surat tawaran 'barter kasus' itu:
Jakarta, 18 Agustus 2011
Kepada Yth
Bapak Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden RI
di Tempat
Bapak Presiden yang saya hormati, saya mohon kepada Bapak agar segera
memberikan hukuman penjara kepada saya tanpa perlu lagi mengikuti proses
persidangan untuk membela hak-hak saya. Bagi saya, saya rela dihukum penjara
bertahun-tahun asalkan Bapak dapat berjanji Bapak akan memberikan ketenangan
lahir dan batin bagi keluarga saya, khususnya bagi istri dan anak-anak saya.
Perlu saya jelaskan bahwa istri saya adalah benar-benar seorang ibu rumah
tangga yang sama sekali tidak mengetahui apa pun yang berhubungan dengan
kepartaian. Saya juga berjanji, saya tidak akan menceritakan apa pun yang
dapat merusak citra Partai Demokrat serta KPK demi kelangsungan bangsa
ini.
Demikian surat ini, mohon bantuan dan perhatian Bapak Presiden,.
Hormat saya,
Muhammad Nazaruddin
(nrl/nwk)
sumber :http://www.detiknews.com/read/2011/08/19/121550/1706695/10/disurati-nazar-sby-heran-namanya-dikaitkan?991101mainnews
Wednesday, 17 August 2011
Gaya Memotret Menteri PDT
sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2011/08/17/153103/1705429/157/1/gaya-memotret-menteri-pdt
Tuesday, 16 August 2011
Janji Kemerdekaan Belum Terwujud
Rektor Universitas Paramadina Dr Anies Baswedan menegaskan hal itu, kemarin. Menurutnya, Indonesia adalah negeri masa depan, land of the future. Dan 2045, menurut Anies, seharusnya tahun pelunasan janji kemerdekaan pemerintah, seperti hilangnya kemiskinan, kesejahteraan yang adil dan merata.
Namun akankah janji kemerdekaan itu terpenuhi di tahun itu? Jika kondisinya masih seperti saat ini, Anies mengaku pesimistis semua akan terwujud. Dalam orasinya selama 2 jam, Anies menegaskan korupsi dan sistem kebutuhan kelompok, serta birokrasi yang rumit menjadi penyebab. Ditambah lagi adanya kebijakan yang tidak transparan.
Dan yang utama, era SBY saat ini tidak ada kepemimpinan yang kuat. Saat ini pemimpin banyak diam. Tidak berani mengambil keputusan untuk warga negaranya. Menurutnya, pemimpin itu harus turun tangan ketika kebijakan itu tidak berjalan dengan baik.

Anies mengatakan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan pemimpin yang solid. Dia bisa menumbuhkan keteladanan, berintegritas, berakal sehat. Dan yang utama adalah tidak berminat menggunakan kekuasaan yang dimilikinya.
Sebelumnya,Anies menilai saat ini bangsa Indonesia tengah mengalami krisis kepemimpinan. Menurut dia, persediaan tokoh-tokoh sebenarnya cukup banyak. Namun, tak semua dapat menjadi sosok yang diinginkan rakyat. Salah satunya dilihat dari indikator sosok pemimpin yang seharusnya tegas.
"Kita punya banyak stok tokoh politik, tokoh bisnis, tokoh NGO yang bagus-bagus. Tetapi, kita butuh seorang pemimpin politik, yang menjadi pertanyaan kemudian, pemimpin politik yang seperti apa? Harusnya seorang memiliki jiwa kepemimpinan. Kita kekurangan tokoh demikian. Pemimpin nasional kita belakang ini tidak tegas. Ketidaktegasan itu ternyata menular luar biasa hingga ke bawah-bawahnya," ujar alumnus HMI itu.
Pemimpin nasional saat ini sering absen dalam peristiwa-peristiwa yang sebenarnya penting untuk bersama rakyatnya. Contohnya peristiwa-peristiwa kekerasan yang terjadi di antara masyarakat, pimpinan negeri ini justru cenderung melakukan pembiaran.
Dalam beberapa tahun terakhir ini, para pemimpin di Indonesia absen di dalam persoalan-persoalan besar. Seharusnya pemimpin hadir untuk mewakili janji kemerdekaan kita. ''Negara absen terhadap perlindungan rakyatnya dan saya melihat keengganan mengambil keputusan secara cepat dan tepat," imbuhnya. [mdr]

sumber :http://nasional.inilah.com/read/detail/1765979/janji-kemerdekaan-belum-terwujud